Untuk mewujudkan Madrasah hijau, rindang dan berbuah
siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit yang berjumlah 15 siswa dan 1 orang guru
pendamping mengikuti Pelatihan Budidaya Tanaman Buah (Jum’at, 3 Juni 2016). Pelatihan
ini dilaksanakan di Balai Pelatihan Pengembangan Masyarakat (BPPM) PT. Arara
Abadi yang berlokasi di Kp. Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.
Kegiatan ini merupakan program CD-CSR PT. Arara Abadi dan sebagai realisasi
dari kerjasama dan kemitraan antara MTs Negeri Sungai Apit dengan PT. Arara
Abadi. Sebelumnya PT. Arara Abadi telah memberikan bantuan bibit tanaman buah
dan tong sampah kepada MTs Negeri Sungai Apit. Kepala BPPM PT. Arara Abadi Joss
Rinaldy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada siswa-siswi MTs Negeri Sungai
Apit yang bersedia hadir mengikuti pelatihan karena diusia yang masih belia,
siswa-siswi ini telah menunjukkan semangat untuk peduli dan mencintai
lingkungan. “Sayangilah hutan dan
lingkungan kita, karena hutan merupakan-paru-paru dunia. Perlu tindakan yang
bijak untuk mengelola hutan” ucap beliau pada sambutannya dihadapan para
peserta pelatihan.
Senada dengan hal tersebut Humas PT. Arara Abadi, Suparlan mengatakan bahwa kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Buah di BPPM PT. Arara Abadi ini adalah wujud konkret kemitraan yang terjalin selama ini dan sebagai bentuk bantuan yang bisa diberikan oleh pihak perusahaan. Sementara itu, Abdullah, S.Pd sebagai perwakilan sekaligus guru pendamping siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit mengungkapkn rasa syukur dan terima kasih kepada pihak perusahaan PT. Arara Abadi yang telah memberikan pelatihan kepada siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit. Tentunya pelatihan ini akan dimanfaatkan oleh siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Hal ini setidak-tidaknya akan menjadi modal besar bagi MTs Negeri Sungai Apit untuk mewujudkan Madrasah Berwawasan Lingkungan dan Sekolah Adiwiyata hingga tingkat nasional.
Senada dengan hal tersebut Humas PT. Arara Abadi, Suparlan mengatakan bahwa kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Buah di BPPM PT. Arara Abadi ini adalah wujud konkret kemitraan yang terjalin selama ini dan sebagai bentuk bantuan yang bisa diberikan oleh pihak perusahaan. Sementara itu, Abdullah, S.Pd sebagai perwakilan sekaligus guru pendamping siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit mengungkapkn rasa syukur dan terima kasih kepada pihak perusahaan PT. Arara Abadi yang telah memberikan pelatihan kepada siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit. Tentunya pelatihan ini akan dimanfaatkan oleh siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Hal ini setidak-tidaknya akan menjadi modal besar bagi MTs Negeri Sungai Apit untuk mewujudkan Madrasah Berwawasan Lingkungan dan Sekolah Adiwiyata hingga tingkat nasional.
Pada Pelatihan Budidaya Tanaman Buah ini peserta pelatihan diperkenalkan dengan berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan dan teknik bercocok tanam sederhana. Siswa-siswi dilatih oleh pakar-pakar lingkungan dan ahli pertanian PT. Arara Abadi. Disini mereka diperkenalkan dengan pertanian organik antara lain bagaimana cara membuat kompos yang baik dan benar dari bahan organik dan kotoran hewan. Selanjutnya peserta pelatihan diberi bekal pengetahuan yang sangat bermanfaat ketika mereka mengunjungi Nursery PT. Arara Abadi yang merupakan tempat pembibitan yang memiliki luas 0,2 Ha. Berbagai tanaman buah dibibit dengan sangat baik disini. Daerah yang begitu hijau dan memiliki udara segar dan nyaman. Disini siswa-siswi peserta pelatihan diajari bagaimana caranya melakukan perbanyakan tanaman buah melalui penyambungan (grafting) yang meliputi top grafting atau sambung pucuk, dan side grafting (sambung samping). Selain itu tutor Nursery BPPM PT. Arara Abadi, A. Syafruddin juga memberikan teknik-teknik untuk melakukan okulasi (budding), penyusuhan (approach grafting) dan mencangkok tanaman yang benar. Diakhir pelatihan, siswa-siswi MTs Negeri Sungai Apit diberikan tip-tip terbaik untuk menjadi petani, dimana ternyata menjadi petani bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tetapi petani juga bisa menjadi kaya asalkan mampu menguasai teknik-teknik bertani yang benar. Pesan terakhir yang mereka dapatkan adalah perlunya kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan dengan tidak menebang hutan sembarangan.

